• Agen SuperWD Game terlengkap

    Agen SuperWd Game Live Terlegkap. SprotsBook, Live Casino, Poker Domino Online, Togel, Gaming. Beragam game hanya satu akun. Supprort Androit dan Ios. Dapatkan Bonus Cashback. Link Alternatif SuperWd : http://bit.ly/2vmsZnW http://bit.ly/2L7x6Po Hubungi Kontak Kami : https://linktr.ee/superwd Contact SuperWd : Pin BBM : E3C553A3 WA : +855 85 436 815 Line : cs_superwd.

  • Enter Slide 2 Title Here

    Penyedia Promosi Gratis.

  • Enter Slide 3 Title Here

    Penyedia Promosi Gratis.

Tampilkan postingan dengan label badminton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label badminton. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019


Situs OlahRaga - Ringkasan pertandingan, habis sudah wakil Indonesia di Thailand Open - Empat perwakilan Indonesia terhenti di babak perempat final turnamen bulu tangkis Toyota Thailand Open 2019 yang diselenggarakan di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Thailand. Bonus4D Agen Togel Online 

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (2/8), tercatat ada empat perwakilan Indonesia yang berlaga, yaitu dari sektor tunggal putri, tunggal putra, ganda putri dan ganda putra.

Namun tidak ada satupun wakil yang berhasil memenangkan pertandingan dan lolos ke babak semifinal.

Ringkasan pertandingan, habis sudah wakil Indonesia di Thailand Open

Sektor tunggal putri Indonesia yang diwakili oleh Fitriani takluk di tangan pebulutangkis asal Jepang Sayaka Takahashi dalam tiga gim yang berjalan selama 55 menit dengan skor 20-22, 21-15, 14-21. Panduan Bermain 4D,3D,2D

Menyusul Fitriani, wakil tunggal putra tanah air Shesar Hiren Rhustavito juga kalah dari pemain asal Malaysia Lee Zii Jia dalam tiga gim yang berdurasi selama 50 menit dengan skor 21-11, 14-21, 13-21.

Selanjutnya di sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu ditumbangkan oleh pasangan asal Korea Selatan Chang Ye Na/Kim Hye Rin dalam tiga gim yang berlangsung selama 59 menit dengan perolehan 21-9, 21-23, 19-21. SlotSportsBook Online Beting

Terakhir, ganda putra unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ditundukkan oleh pangan unggulan kelima Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam tiga gim berdurasi 1 jam 3 menit dengan skor 17-21, 21-19, 14-21.

Dengan demikian, tidak ada ada lagi perwakilan Indonesia yang tersisa dalam turnamen bulu tangkis level Super 500 tersebut.

Pertandingan babak semifinal Toyota Thailand Open 2019 yang berhadiah total 350.000 Dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Sabtu (3/8) besok mulai pukul 13.00 waktu Bangkok.

Sumber ; antaranews.com
Agustus 02, 2019   Posted by Situs Olahraga in , , , with No comments
Read More

Kamis, 01 Agustus 2019


Situs OlahRaga - 2 Ganda Campuran Indonesia Tumbang di Thailand Open 2019 - Dua ganda campuran Indonesia tumbang di babak kedua Thailand Open 2019. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti langkahnya terhenti usai dikalahkan Seo Seung Jee/Chae Yujung dari Korea Selatan pada Kamis 1 Agustus 2019. WarungVip Poker Online

Praveen/Melati sempat tampil apik pada gim pertama. Mereka memetik kemenangan dengan skor 21-9. Akan tetapi pada gim kedua pasangan Korea Selatan gantian unggul 13-21.

Berlanjut ke gim ketiga, Praveen/Melati berada di bawah tekanan. Mereka akhirnya harus menyerah dengan skor 11-21 dari Seo/Chang.

2 Ganda Campuran Indonesia Tumbang di Thailand Open 2019

Ganda campuran Indonesia lainnya, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami juga mendapatkan hasil serupa. Bermain melawan wakil tuan India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa, mereka kalah dua gim langsung. SlotsSport - SportsBook SlotCasino Betting

Pada gim pertama Alfian/Marsheilla dipaksa menyerah 18-21. Berlanjut ke gim kedua, wakil Indonesia lagi-lagi harus mengakui keunggulan Satwiksairaj/Ashwini dengan skor 19-21.

Sumber ; VIVA.CO.ID
Agustus 01, 2019   Posted by Situs Olahraga in , , , with No comments
Read More

Rabu, 31 Juli 2019


Situs Olahraga -Pebulu tangkis Indonesia Shesar Hiren Rhustavito untuk pertama kalinya akan menghadapi pebulutangkis senior asal Cina Lin Dan pada babak kedua Thailand Open 2019.

Shesar melangkah ke putaran kedua setelah menang atas Lucas Claerbout, pebulu tangkis dari babak kualifikasi asal Prancis dengan skor 23-21, 20-22, 21-13.

"Kalau lawan Lin Dan semua harus maksimal karena dia pemain yang matang. Tidak boleh kalah di mentalnya, harus berani dulu mengeluarkan semua kemampuan saya. Walau dia sudah tidak muda tapi permainannya matang dan tidak mudah untuk dihadapi," ujar Shesar dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Thailand Open 2019: Shesar Hiren Hadapi Lin Dan di Babak Kedua

Meski harus menghadapi Super Dan, Shesar mengaku merasa santai dan mencoba agar tidak menjadi beban mentalnya saat bertanding.

"Tidak ada beban, justru saya mau coba apakah yang sudah dilatih itu cocok tidak ke pertandingan. Kami belum pernah bertemu, sekarang posisinya kosong kosong, sama-sama ada peluang," kata Shesar optimistis.

Saat menghadapi Claerbout, Shesar sempat mencapaimatch point 20-14 pada gim kedua namun kemudian bisa disusul lawannya. Situs Agen SportsBook Online Terbaik

Rentetan smes keras yang dihujankan Shesar ke arah pertahanan lawannya ternyata menjadi bumerang untuknya.

"Sebenarnya mainnya sudah benar, dari strateginya juga. Tapi saya kurang sabar, maunya smes terus, bukannya seperti di awal permainan. Saya sudah ditebak lawan dan malah terus mati-mati sendiri, banyak smes ini jadi bumerang buat saya. Pertahanan lawan juga bagus," tutur Shesar menjelaskan.
Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro terhenti pada babak pertama setelah dikalahkan Kenta Nishimoto unggulan ketujuh dari Jepang, dengan skor 17-21, 11-21. Sedangkan Tommy Sugiarto lolos ke babak kedua setelah menekuk Zhao Junpeng (Cina) dengan skor 21-13, 12-21, 21-13.

Dari nomor tunggal putri, Fitriani melaju ke putaran kedua setelah bertarung ketat melawan Yip Pui Yin asal Hong Kong, dengan skor 13-21, 21-13, 24-22. Lyanny Alessandra Mainaky juga lolos ke babak kedua Thailand open ini dengan mengalahkan Evgeniya Kosetskaya (Rusia) dengan skor 13-21, 21-18, 21-14.

Sumber : Tempo.co
Juli 31, 2019   Posted by Situs Olahraga in , , , , with 1 comment
Read More

Situs OlahRaga - Indonesia Punya 11 Wakil di 16 Besar Thailand Open - Indonesia memiliki 11 wakil yang lolos ke babak 16 besar turnamen badminton Thailand Open dan telah memastikan satu tiket ke babak perempat final.

Setelah sejumlah pebulutangkis yang berhasil lolos di hari Selasa, Indonesia mendapatkan wakil tambahan dari pertandingan di hari Rabu. Live Casino SportsBook

Pebulutangkis senior, Tommy Sugiarto juga lolos ke babak kedua. Tommy menang atas Zhao Junpeng dari China dengan skor 21-13, 12-21, 21-13.

Indonesia Punya 11 Wakil di 16 Besar Thailand Open

Kevin/Marcus jadi salah satu wakil Indonesia di babak 16 besar Thailand Open. ( CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Di nomor tunggal putri, Fitriani berhasil lolos ke babak kedua setelah menang atas pebulutangkis Hong Kong, Yip Pui Yin. Setelah kalah 13-21 di gim pertama, Fitriani menang 21-13, 24-22.

Langkah Fitriani gagal diikuti oleh Gregoria Mariska. Gregoria tumbang di hadapan unggulan kedelapan, Sung Ji Hyun, 20-22, 17-21.

Sedangkan di nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih kemenangan atas pebulutangkis Indonesia lainnya, Siti Fadia/Ribka Sugiarto. Greysia/Apriyani menang lewat laga sengit yang berakhir dengan skor 24-22, 26-24. Live Casino SportsBook

Dua andalan di nomor ganda campuran, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva juga berhasil melenggang ke babak kedua setelah melangkahi ganda Malaysia. Hafiz/Faisal menang dalam duel ketat melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, 19-21, 21-19, 21-16, sedangkan Praveen/Melati mampu menaklukkan Tan Kian Meng/Lai Pei jing, 25-23, 21-8.

Total ada 11 pebulutangkis yang lolos ke babak 16 besar, yaitu Shesar, Tommy, Lyanny Alessandra Mainaky, Fitriani, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Greysia/Apriyani, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas,Alfian Eko/Marsheilla Gischa, Praveen/Melati, dan Hafiz/Gloria.

Sumber : CNN Indonesia
Read More

Minggu, 28 Juli 2019


Situs OlahRaga - Begini Kata Kevin / Marcus Usai Juara Japan Open 2019 - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai turnamen Japan Open 2019 dengan mengalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam final di Tokyo, Jepang, Ahad, 28 Juli 2019. Mereka maraih gelar juara kedua dalam dua pekan sekaligus menorehkan hat-trick di turnamen berlevel super 750 ini.

Kevin/Marcus mengalahkan Hendra/Ahsan dengan skor 21-18, 23-21. Hasil itu menjadi ulangan final Blibli Indonesia Open 2019 pekan sebelumnya. Di Japan Open, The Minions meraih gelar ketiganya secara beruntun, setelah tahun 2017 dan 2018. SuperWD SportsBook Online

Kevin senang dengan torehan dia dan rekannya. "Kami senang bisa hat-trick di turnamen ini. Tentang permainan tadi, di game kedua kami bikin banyak kesalahan tapi kemudian kami bisa menguasai, secara keseluruhan hari ini kami bisa menunjukkan penampilan terbaik kami," ujar dia seperti dikutip laman resmi PBSI, Badmintonindonesia.org.

Marcus menambahkan, "Minggu lalu kami ketemu Hendra/Ahsan juga, tapi sekarang lebih berat karena mereka tidak mudah dimatikan, tidak mudah menembus mereka." SlotSport - SportsBook SlotCasino Betting

Mohammad Ahsan tetap bersyukur meski gagal juara. "Tetap disyukuri, kami jadi runner up lagi. Sebenarnya tadi kami punya peluang, rubber game dulu. Main kami enak, bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga sudah memimpin poin 20 duluan, tapi di akhir mereka lebih inisiatif," kata dia.
Ia meneruskan, "Alhamdulillah ke final lagi, tapi kami berharap bisa tembus juara, bisa revans dari Kevin/Marcus. Kami berharap bisa tampil lebih stabil." BolaCiamik - SportsBook Casino Online

Sedangkan Hendra mengatakan, "Kalah lagi dari Kevin/Marcus ya nggak apa-apa, kami akan tetap cari solusi bagaimana bisa mengalahkan mereka. Mereka unggul dari segi kecepatan."
Gelar Kevin/Marcus jadi satu-satunya yang diraih Indonesia. Dua wakil lainnya, Jonatan Christie dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, kalah di final.

Hasil lengkap pertandingan final Japan Open 2019:
Tunggal Putri
Akane Yamaguchi (4/JPN) vs Nozomi Okuhara (3/JPN) 21-13, 21-15.

Ganda Putri
Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (1/JPN) 21-12, 21-12.

Tunggal Putra
Kento Momota (1/JPN) vs Jonatan Christie (6/INA) 21-16, 21-13.

Ganda Campuran
Wang Yilyu/Huang Dongping (2/CHN) vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (7/INA) 21-17, 21-16.

Ganda Putra
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1/INA) vs Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (4/INA) 21-18, 23-21.

Sumber :Tempo.co  Reporter Nurdin Saleh
Read More

Kamis, 25 Juli 2019


Situs OlahRaga - Juara Indonesia Open Dipermalukan Ranking 27 Dunia di Japan Open - Kejutan tercipta di babak 16 besar turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 750, Japan Open 2019. Ranking 3 dunia, Chou Tien Chen dipermalukan pemain gaek Denmark, Jan O Jorgensen.

Dalam duel memperebutkan tiket ke perempatfinal turnamen berhadiah total 750.000 dolar Amerika Serikat ini, Chou ditumbangkan melalui pertandingan panjang yang menghabiskan waktu satu jam lebih.

Meski usainya tak semuda Chou dan cuma bermodal ranking 27 dunia. Tapi semangat Jan sangat membara. Terbukti Jan berhasil merebut kemenangan di gim pertama dengan poin tipis 21-19.

Kekalahan ini cukup menyakitkan, karena Chou sebelumnya sempat unggul pada kedudukan 10-16. Petakatiba saat Jan mendapatkan 7 angka beruntun untuk menyamakan angka dan berbalik unggul pada kedudukan 17-16. Main Bonus

Di gim kedua, Chou berusaha membalas kekalahan agar bisa menciptakan rubbergame. Dia pun mulai membongkar pertahanan Jan dengan variasi serangan-serangan cepat pendek di net.


Hasilnya cukup memuaskan, setelah berhasil menyamakan angka pada kedudukan 8-8. Pemain Taiwan itu langsung melejitkan angka dengan muda dan merebut kemenangan gim kedua dengan skor 11-21.

Kemenangan mudah di gim kedua berusaha diciptakan lagi oleh Chou. Di awal gim memang dia sempat unggul 3-7. Namun, kondisi mulai berubah saat jeda, Jan berbalik unggul tipis 11-10.

Beberapa saat selepas jeda, pertarungan masih sengit. hanya saja setelah poin kembali sama kuat 13-13, tenaga musuh bebuyutan Jonatan Christie itu mulai habis. Dan kondisi dimanfaatkan dengan baik oleh Jan. SportsBook Casino Online

Akhirnya tepat di menit 68, Jan menghancurkan juara turnamen termahal dunia, Indonesia Open 2019 dengan angka 21-19 di Musashino Forest Sport Plaza 1, Tokyo, Jepang, Kamis Legi, 25 Juli 2019.

Dengan kemenangan ini, Jan lolos ke perempatfinal untuk berhadapan dengan rekan senegaranya, Rasmus Gemke. Pemain ini juga baru saja lolos ke perempatfinal usai tundukan Prannoy HS. SportsBook SlotCasino Betting

Sumber : Viva.co.id
Read More

Rabu, 24 Juli 2019


Situs OlahRaga - Ganda Campuran, dari Pemain Sisaan Jadi Andalan - Mulanya kalah pamor, ganda campuran jadi tumpuan harapan yang dibanggakan Indonesia.
SERASA masih ada yang mengganjal. Dari empat laga final Indonesia Open ke-38 pada Minggu, 21 Juli 2019, hanya ganda putra yang mampu dimenangkan wakil tuan rumah.

Yang disayangkan adalah asa di ganda campuran. Sektor ini sejak era 1990-an turut jadi andalan Indonesia di berbagai gelanggang. Terakhir sektor ini memberi satu-satunya medali emas kepada Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, kala pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/Butet) mengalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di final. SportsBook SlotCasino Betting

Ganda Campuran, dari Pemain Sisaan Jadi Andalan

Dipandang Sebelah Mata

Sebagaimana ganda putra, ganda campuran mulanya juga dipandang sebelah mata. Sebagaimana dalam olahraga tenis, nomor ganda di badminton juga kalah pamor dibanding tunggal. Alhasil, tidak ada pelatihan khusus. Pemilihan pemain hanya bersandar pada penilaian pelatih bahwa si pemain bisa mengemban tugas rangkap, tunggal maupun ganda. SportsBook SlotCasino Betting

Realitas itu lumrah pada dekade 1970-an. Pemain ganda legendaris Christian Hadinata pun mengalaminya. “Biasanya pemain tunggal merangkap ganda. Di Kejuaraan Asia 1971, saya malah merangkap di dua nomor ganda. Di ganda putra dengan Ade (Chandra) dan ganda campuran dengan Mbak Retno Koestijah, di mana kita juara di ganda campuran,” ujar Christian kepada Historia.

Setahun berselang, Christian berganti pasangan dengan Utami Dewi, adik dari Rudy Hartono, untuk tampil di Olimpiade Munich. Kala itu bulutangkis masih jadi cabang olahraga demonstrasi dan duet Christian/Utami Dewi membawa pulang medali perunggu.


Prestasi Christian di nomor ganda campuran terus melejit. Bersama Imelda Wiguna, keduanya menjuarai All England 1979. Ketika berpasangan dengan Ivana Lie, Christian berhasil merebut medali emas Asian Games 1982.

“All-England 1979 tidak ada yang menyangka. Waktu itu ganda campuran baru populer di kalangan Eropa. Di Asia apalagi di Indonesia, tidak diminati, tidak diseriusi. Begitu juga dengan Ivana di Asian Games (1982). Di Asian Games salah satu kenangan paling manis juga karena suasananya berbeda jika tampil di ajang multi-event seperti Asian Games itu,” sambungnya.

Sempat menurun, sumbangan prestasi dari ganda campuran bangkit lagi sejak 1990-an. Sektor ini jadi tanggungjawab Richard Mainaky, eks pemain tunggal dan ganda putra, yang diajak Christian melatih di Pelatnas PBSI. Mengawali dari asisten pelatih pada 1994, dan dua tahun berselang Richard memegang penuh pembinaan ganda campuran. Ia memoles anak-anak asuhnya dari sisa sektor-sektor lain. Situs OlahRaga

“Bicara materi dan kualitas, sektor ganda campuran ya bisa dibilang pemain sisa. Tapi ya inilah tantangan saya untuk mengubah pemain buangan jadi pemain juara,” kata Icad, sapaan akrab Richard.

Kerja keras Icad berhasil melahirkan bibit demi bibit ganda campuran yang melanjutkan estafet prestasi di sektor itu. Setelah Tri Kusharyanto/Minarti Timur, berturut-turut hadir pasangan Nova Widiyanto/Vita Marissa, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/Butet), hingga Praveen Jordan/Debby Susanto. Semua lahir dari pola keras yang diterapkan pria berjuluk “Pelatih Bertangan Besi” itu.

“Saya (punya) prinsip begini. Sebenarnya pelatih itu bukan harus pintar ya. Dia harus mau tegas, disiplin, kerja keras di lapangan. Itu yang membuat atlet berhasil. Kalau pelatih hanya pintar tapi tidak tegas dan kerja keras, mau pemain bagaimanapun akan sulit. Jadi prinsip tegas, kerja keras, dan disiplin semua harus jalan,” sambungya.

Ganda Campuran, dari Pemain Sisaan Jadi Andalan

Hampir semua gelar pernah dipetik anak-anak asuhnya, kecuali Piala Sudirman. Utamanya lewat perjuangan Owi/Butet, duet yang dibesut Icad dari nol.


Sayangnya semua anak asuhnya gagal menyandingkan gelar juara sebagaimana rekan mereka di ganda putra pada Indonesia Open 2019. Owi bersama partner barunya, Winny Kandow, keok di perempatfinal oleh duet Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (11-21, 21-14, 14-21). Owi masih dalam masa transisi setelah “bercerai” dari Butet Januari lalu. Ini jadi pekerjaan rumah Icad berikutnya agar bisa tune dengan pasangan barunya itu. SportsBook SlotCasino Betting

“Tontowi/Winny kalah pengalaman, khususnya Winny. Sedangkan lawan pengalamannya segudang. Itu tanggungjawab saya. Ke depannya kami akan selalu benahi kekurangan secepat mungkin,” ujar Icad di lain kesempatan, dikutip situs resmi PBSI, 19 Juli 2019.

Sumber : historia.id
Juli 24, 2019   Posted by Situs Olahraga in , , , , with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search